Derby Nasionalis di Pilpres, Awas Penumpang Gelap Neolib

ab342dd08cd1e609b4c4a8c6354a9931_aSEBAGAI penggemar sepakbola, saya sangat mengenal arti kata derby. Dalam laman Wikipedia arti kata derby bisa dimaknai sebagai pertandingan olahraga dalam cabang sepakbola yang mempertemukan dua tim dalam satu kota yang masing-masing memiliki rivalitas tersendiri, persaingannya sangat seru dan bergengsi.

Macam-macam pertandingan derby bisa dilihat. Seperti di Liga Inggris ada Derby of Manchester (Manchester United vs Manchester City), di Liga Italia ada Derby Della Madonnina (AC Milan vs Internazionale). Atau kalau di Indonesia ada yang namanya Derby Indonesia (Persib vs Persija).

Begitupun dalam Pemilu Presiden 2014 ini. Kedua pasang capres-cawapres yang telah mendaftar di KPU, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta sama-sama menawarkan program kemandirian ekonomi. Mengutip dari beberapa sumber yang telah banyak dipublikasi, hampir tidak ada yang beda dari program kedua pasang calon ini. Hal menariknya kemudian adalah sentimen ekonomi kerakyatan ala pemikiran Bung Karno menjadi jualan utama dari kedua pasang calon ini.

Sama-sama berjargon nasionalis, sama-sama mengedepankan program ekonomi kerakyatan, pertarungan kedua calon malah bisa menjadi anti klimaks dari apa yang telah selama ini diperjuangkan oleh kelompok nasionalis terutama sejak proklamasi bangsa ini dikumandangkan.

Hal ini bisa terjadi ketika agen neoliberal mendapat tumpangan dari masing-masing capres-cawapres. Karena harus disadari bahwa pilpres kali ini tak ada calon yang jelas merepresentasikan kelompok neoliberal.

Menjadi catatan utama kepada kedua pasang calon bahwa karena kelompok neoliberal yang selama ini menjadi penopang utama dari pemerintahan ini maka tidak menutup kemungkinan mereka akan menyusup masuk untuk memenangkan salah satu pasangan calon.

Oleh: Alif Kamal, Staff Deputi Politik KPP PRD

 

Sumber: Voice of Freedom, Aktual.co

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anti Spam. Wajib Dijawab! * Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.