C. Di Seberang Jembatan Emas: Sosialisme Indonesia

Untuk merajut unsur-unsur yang berpihak pada kepentingan nasional ke dalam suatu alat politik yang bertujuan menuntaskan revolusi nasional, dibutuhkan suatu ideologi pemersatu berupa Pancasila. Untuk tujuan itu, Pancasila harus diletakkan kepada penjabaran yang sesuai dengan gagasan Bung Karno; yakni sebagai nasionalisme, internasionalisme/kemanusiaan, sosialisme, demokrasi, dan ketuhanan sebagai dasar negara RI. Dengan begitu Pancasila merupakan wadah yang mampu menampung unsur-unsur progresif di atas ke dalam suatu kerja dan perjuangan gotong royong untuk mewujudkan sosialisme indonesia.

Medan pertempuran yang akan dimasuki oleh kekuatan politik di atas merupakan arena demokrasi liberal yang dikuasai oleh kekuatan pro-penjajah. Untuk merebut kembali kedaulatan nasional, dilancarkan perjuangan demokrasi nasional yang bertujuan memenangkan kepentingan nasion di atas kepentingan penjajah dan memberikan kekuasaan kepada pihak-pihak pro-rakyat. Perjuangan ini berlangsung di berbagai tingkatan masyarakat, dari tingkat daerah hingga nasional.

Tugas kita bersama adalah membangkitkan ingatan kolektif rakyat Indonesia tentang jatuh bangun usaha, keberanian yang menyala-nyala, heroisme, kesabaran revolusioner, kisah perjuangan para pembangun nasion Indonesia. Ini sekaligus membantah mitos bahwa rakyat Indonesia memiliki ingatan yang pendek. Juga perlu memahami berbagai kisah tragis, mengenang segenap tahanan politik yang gugur di pengasingan demi terusirnya penjajah. Semua sejarah bangsa harus dibaca baik-baik oleh kaum muda, para pemanggul Sejarah di Abad 21. Ini adalah syarat utama membangun Republik Baru bagi Indonesia.

Massa Rakyat dalam Republik Baru haruslah masyarakat berbudaya yang mampu berdiri sejajar di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Bukan menjadi bangsa inlander dan tidak phobi terhadap asing. Para pemudanya harus memastikan Nusantara tetap berdaulat, dan membangun hubungan dengan Bangsa lain atas dasar kesetaraan. Demi kesetaraan ini, sejak masa Revolusi Perancis, orang telah banyak berperang untuknya. Kita pun akan berjuang terus untuk kesetaraan sejati bagi seluruh rakyat di dalam sistem yang sosialistik. Benar, sistem ekonomi yang paling tepat digunakan untuk Republik yang Baru adalah sebuah sistem sosialis ala Indonesia, karena Indonesia memiliki keunikan sendiri.

Sosialisme Indonesia akan diisi oleh gotong royong, kerja keras, banjir keringat dari 100 juta angkatan kerja, tanpa seorang pun menjadi pengangguran. Puluhan juta kanak-kanak dan puluhan juta remaja memperoleh pendidikan yang gratis dan berkualitas. Sementara negara menjamin kesehatan dan keselamatan mereka dan orang tuanya secara cuma-cuma. Sosialisme Indonesia adalah sebuah Republik Baru tanpa korupsi, karena dalam masyarakat yang bermartabat dan ekstra produktif, setiap orang akan merasa malu mencuri (korup) hasil kerja orang lain.

Sosialisme Indonesia adalah pemerataan pendapatan nasional, daerah-daerah miskin harus diprioritaskan untuk makmur. Sosialisme Indonesia adalah pergeseran sentra logistik dan demografi Indonesia dari Jawa ke luar Jawa. Kunci sosialisme Indonesia adalah membangkitkan tenaga produktif rakyat secara nasional dengan sistem pasar domestik yang dikendalikan ketat oleh negara. Kapitalis Nasional dapat dilibatkan dalam proyek ini dengan catatan mereka bersedia untuk dipajaki lebih tinggi (progresif) dan menggaji wajar pekerjanya.