Beranda / Organisasi / Mengapa PRD

 

Leaflet Pengenalan PRD by Partai Rakyat Demokratik (PRD) on Scribd

Pergerakan memang bukan tergantung dari adanya seseorang pemimpin, bukan bikinannya seseorang pemimpin, pergerakan adalah bikinannya nasib kita yang sengsara. Ia pada hakekatnya adalah usaha masyarakat sakit yang mengobati diri sendiri. (Sukarno, Mencapai Indonesia Merdeka)

Latar Belakang

Situasi perpolitikan di Indonesia saat ini disesaki oleh beragam partai politik yang semata-mata berfungsi sebagai kendaraan untuk meraih kursi dalam pemilihan umum. Praktek politik seperti ini tidak mampu menghadirkan kesejahteraan dan kemajuan bagi rakyat. Ia justru menghabiskan dana dan sumber daya yang besar untuk transaksi politik, kampanye, dan lain sebagainya. Sedangkan, janji-janji atau program yang ditawarkan partai politik seperti itu dan kandidatnya sering kali tidak diwujudkan setelah terpilih.

Hal ini disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari tidak adanya niat politik dan keseriusan kandidat yang bersangkutan untuk mewujudkan janjinya, hingga ketidakmampuannya dalam memperjuangkan janji-janji tersebut dalam parlemen atau posisi pemerintahan. Akibat sering dikecewakan oleh politikus, mayoritas rakyat semakin tidak melihat adanya hubungan antara pilihan politik dengan perbaikan kehidupan mereka. Proses pemilihan akhirnya sekedar menjadi ajang jual-beli suara antara rakyat pemilih dengan para kandidat partai-partai politik. Sementara kebijakan-kebijakan pemerintah sering kali dihasilkan melalui tawar-menawar antara kelas penguasa tanpa menghiraukan kehendak rakyat.

Apa beda PRD dari Partai Politik lainnya?

Alat pergerakan rakyat

PRD adalah alat pergerakan yang dengan konsisten dan sehari-harinya – bukan sekedar menjelang pemilihan – memperjuangkan kepentingan rakyat. Tujuan PRD adalah menggalang kekuatan rakyat dalam politik – yakni dalam mempengaruhi dan menentukan kebijakan pemerintahan – dan mengarahkannya pada tujuan masyarakat adil dan makmur tanpa penindasan. PRD juga menyadari bahwa cita-cita ini baru akan tercapai bila masyarakat telah menghapus sistem kapitalisme yang didasarkan pada penindasan manusia oleh manusia dan imperialisme yang didasarkan pada penjajahan bangsa oleh bangsa.

Menggalang kekuatan rakyat

Berbeda dengan mayoritas partai lain, PRD bukan sekedar alat untuk meraih kursi di parlemen atau pemerintahan. Perjuangan parlementer dan elektoral hanyalah salah satu jalan yang ditempuh untuk menggalang kekuatan rakyat. Di luar arena parlementer dijalankan perjuangan di bidang organisasi, pendidikan, budaya, dan ekonomi yang justru sangat menentukan keberhasilan penggalangan kekuatan rakyat (machtsvorming).

Penggalangan kekuatan rakyat dilakukan dengan mengangkat kesadaran rakyat tentang apa yang menjadi kepentingannya, perjuangannya dan tugas historisnya. Kekuatan rakyat tidak akan tergalang sebelum rakyat bergerak dan berjuang secara bersama-sama dan terorganisir, bukan secara pribadi dan tak terkoordinasi.

Oleh karenanya PRD melawan segala bentuk praktek politik uang karena akan menggerogoti semangat senasib seperjuangan, melemahkan kesadaran, dan menghambat kemajuan perjuangan. Kader dan simpatisan PRD harus menjadi aktivis-aktivis yang berkomitmen terhadap tujuan PRD dan terlibat langsung dalam upaya berbagai sektor masyarakat dalam memperbaiki kondisi hidupnya: rakyat miskin, buruh, tani, perempuan, pelajar dan mahasiswa, pegawai perkantoran, seniman, dsb.

Persatuan nasional

Perubahan yang bermakna tidak dapat terwujud secara spontan dan terpisah-pisah. Oleh karena itu, PRD mengupayakan terwujudnya suatu organisasi atau front persatuan berskala nasional yang dapat menjadi wadah perjuangan bagi berbagai sektor masyarakat. Dalam wadah persatuan ini, berbagai persoalan dan isu akan didiskusikan dan dijadikan suatu agenda bersama yang ditentukan secara demokratis. Di bawah situasi penjajahan neoliberal saat ini, pengembalian kedaulatan nasional adalah landasan persatuan yang dibutuhkan untuk mengeluarkan nasion ini dari keterpurukan.

Pelopor

Sebagai perwujudan dari tujuan dan azasnya, PRD berperan sebagai obor yang akan menerangkan rakyat siapa kawan dan lawannya, yang akan membimbing dan memimpin rakyat menyusuri jalan berliku menuju masyarakat yang dicita-citakan. Melalui perjuangan sehari-hari di tengah rakyat, PRD akan menunjukan pada momen-momen yang tepat politikus mana, kebijakan mana, dan keputusan apa yang pro- atau anti- terhadap rakyat, yang harus didukung, dipilih atau ditolak oleh rakyat.

Demokrasi sepenuhnya

Langkah-langkah PRD ditentukan melalui demokrasi (musyawarah) dan permufakatan (konsensus) yang dilaksanakan secara transparan, berlandaskan tujuan dan azas PRD, yang mana setiap orang yang terlibat dalam pengambilan keputusan memiliki hak yang sama. Demokrasi seperti ini memungkinkan partisipasi yang lebih besar, dan merupakan proses yang penting dalam mengembangkan kesadaran dan kapasitas kader dan anggota, maupun masyarakat yang terlibat.
Ini jauh berbeda dari demokrasi gadungan yang dipraktekan oleh kelas penguasa saat ini, di mana keputusan akhir dan penting diambil oleh mereka yang memiliki kekuasaan dan uang. Demokrasi gadungan seperti ini merupakan rintangan terbesar bagi perwujudan kekuatan rakyat dalam pemerintahan. Maka, sejalan dengan itu PRD juga berjuang untuk mewujudkan demokrasi yang seutuhnya dalam membangun persatuan nasional.