MENGAPA PRD?

Alat Perjuangan. Partai-partai pada umumnya hanya diciptakan sebagai kendaraan elektoral bagi pemimpinnya untuk meraih kekuasaan. Sementara PRD tidak demikian. PRD dilahirkan sebagai alat perjuangan elektoral dan non-elektoral. PRD adalah alat perjuangan bagi seluruh rakyat Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, tanpa memandang suku, agama, dan ras, untuk mewujudkan tatanan masyarakat demokratis dan berkeadilan sosial.

Berwatak Kerakyatan. Politik adalah soal keberpihakan. Dalam hal ini, PRD tegas memihak rakyat. PRD mendekati rakyat bukan hanya di momentum pemilu saja. Sebaliknya, PRD hadir dan bekerja di tengah rakyat setiap saat. PRD punya struktur hingga ke akar rumput atau sering disebut Komite Basis. Komite Basis inilah yang menjadi ujung tombak PRD dalam merespon berbagai persoalan yang dihadapi rakyat di komunitasnya.

Kedaulatan Anggota. Jika di partai-partai pada umumnya kekuasaan terkonsentrasi di tangan Ketua Umum partai, maka di PRD kekuasaan ada di tangan seluruh anggota. Dalam Konstitusi PRD pasal 6 ditegaskan: “Kedaulatan tertinggi partai berada di tangan anggota dan dilaksanakan sepenuhnya melalui Kongres dan Musyawarah-Musyawarah partai.”

Seturut dengan dengan kehendak konstitusi itu, PRD secara organisasi menerapkan prinsip yang disebut kepemimpinan demokratik, yaitu demokratis dalam pengambilan keputusan dan terpimpin dalam proses pelaksanaannya. Prinsip ini menjamin hak setiap anggota untuk terlibat dalam merumuskan, memutuskan, dan menjalankan kebijakan partai.

Mendidik dan Memajukan Anggota. Berbeda dengan partai pada umumnya yang menaruh anggotanya di ruang pasif, PRD justru mendorong seluruh anggotanya untuk berperan aktif dalam setiap aktivitas politik partai. Untuk keperluan itu, PRD menyelenggarakan pendidikan politik secara reguler, terorganisir, dan berjenjang. PRD juga rutin menerbitkan bacaan-bacaan untuk memperkaya pengetahuan anggotanya. Selain itu, PRD juga menyelenggarakan pendidikan keterampilan dan keahlian untuk memajukan kualitas sumber daya manusia anggotanya.