view more quotes »

Quotes

“…. Semua itu tergantung niat dan usaha kita. Apakah kita akan tunduk, takluk dan menyerah kepada kapitalisme dan imperialisme itu, menjadi bangsa kuli di negeri sendiri atau kita akan menjadi burung garuda yang gagah perkasa terbang tinggi menerjang badai, mengibarkan panji-panji Trisakti”

- Agus 'Jabo' Priyono
Ketua Umum PRD 2015-2020
 
 

Artikel Terbaru

  • Aksi Jalan Kaki Dihentikan Untuk Menjalankan Kesepakatan

    Aksi Jalan Kaki Dihentikan Untuk Menjalankan Kesepakatan

    #DaruratAgraria Siaran Pers Gerakan Nasional Pasal 33 untuk Trisakti Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (GNP 33 untuk Trisakti KPP PRD) Tepat 20 hari Suku Anak Dalam dan Petani Jambi […]

     
  • Siaran Pers Aksi Jalan Kaki Jambi-Jakarta

    Siaran Pers Aksi Jalan Kaki Jambi-Jakarta

    Siaran Pers Gerakan Nasional Pasal 33 UUD 1945 Komite Pimpinan Pusat Partai Rakyat Demokratik (KPP PRD) Darurat Agraria: Bentuk Komite Nasional Penyelesaian Konflik Agraria! Laksanakan Pasal 33 UUD 1945! Tanggal […]

     
  • JRT Terpilih Ketua PRD Sulut, Pengurus Jarod Ucapkan Selamat

    JRT Terpilih Ketua PRD Sulut, Pengurus Jarod Ucapkan Selamat

    MANADO – Aktivis muda dan pimpinan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gerak) Sulawesi Utara (Sulut), Jim Robet Tindi yang akrab disapa JRT yang melalui proses demokrasi dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) Partai […]

     
  • Ketua Umum PRD: Tegakkan Trisakti Untuk Kepentingan Nasional

    Ketua Umum PRD: Tegakkan Trisakti Untuk Kepentingan Nasional

    Di tengah alam liberal seperti sekarang ini, negara manapun, dengan sistem apapun, dengan jalan apapun, akan berjuang mati-matian untuk melindungi kepentingan nasionalnya. Maka semangat menegakkan Trisakti adalah jalan yang benar […]

     
  • PRD Makassar Kembali Gelar Pendidikan Politik

    PRD Makassar Kembali Gelar Pendidikan Politik

    Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK PRD) Makassar kembali menggelar pendidikan politik (Dikpol) terbuka di gedung Aptisi, jalan Perintis Kemerdekaan Makassar, Sabtu (30/1/2016). Menurut Ketua PRD Makassar Zainal Mappatoba, […]

     
  • Mari Bung, Singkirkan Mendung Hitam itu!

    Mari Bung, Singkirkan Mendung Hitam itu!

    Mendung itu, bergelayut di atas caping para petani, berlarian, peluh amarah membasahi sekujur badan, mereka dipaksa tinggalkan sawah ladang, tempat mereka hidup sejak nenek moyang. Segumpal tanah basah mereka genggam […]

     
  • PRD Kota Pagaralam Konsolidasikan Struktur di 5 Kecamatan

    PRD Kota Pagaralam Konsolidasikan Struktur di 5 Kecamatan

    Dalam rangka memaksimalkan mesin partai menuju Pemilu 2019 Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK PRD) Pagaralam, Minggu (27/12) melakukan rapat kordinasi pengurus di Jalan Gunung Dempo Kecamatan Pagaralam Utara. […]

     
  • Kaum Tani Harus Bersatu!

    Kaum Tani Harus Bersatu!

    Pengurus Serikat Tani Nasional (STN) Kabupaten Ogan Komering Ulu (Oku) Timur menggelar diskusi akhir tahun dengan tema “Organisasi dan perjuangan kamu tani OKU Timur”, di balai desa Kemuning Jaya, kecamatan […]

     
  • Kepengurusan KPW PRD Sumut Periode-2015-2020 Terbentuk

    Kepengurusan KPW PRD Sumut Periode-2015-2020 Terbentuk

    Setelah cukup lama mengalami kekosongan, kepengurusan Komite Pimpinan Wilayah Partai Rakyat Demokratik (KPW PRD) Sumatera Utara kembali terbentuk. Hari Sabtu (5/12/2015) lalu, PRD Sumut menggelar Musyawarah Wilayah (Muswil) di rumah […]

     
  • 60-an Anggota Baru Ikuti Pendidikan PRD Di Makassar

    60-an Anggota Baru Ikuti Pendidikan PRD Di Makassar

    Komite Pimpinan Kota Partai Rakyat Demokratik (KPK PRD) Makassar menggelar pendidikan anggota di gedung Aptisi, jalan Perintis Kemerdekaan I, Tamalanrea, Makassar, Sabtu (5/12/2015). Pendidikan anggota yang melibatkan 63 orang ini […]

     
 
 
 

Menuju Republik Indonesia Keempat!

Republik Indonesia Pertama: era pasca Proklamasi hingga berakhirnya kekuasaan Bung Karno. Politik anti-imperialis, ekonomi berdikari, dan memperkuat kepribadian nasional.

Republik Indonesia Kedua: periode kekuasaan Orde Baru. Modal asing diundang kembali dan diberi keleluasaan untuk mengeksploitasi kekayaan alam Indonesia. Penguasa menutup ruang demokrasi dan memasung hak-hak politik rakyat.

Republik Indonesia Ketiga. era pasca Reformasi 1998. Republik awut-awutan dan nyaris tidak punya kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian nasional.

Republik Indonesia Keempat: kembali pada semangat Proklamasi dan UUD 1945. Pancasila dasarnya, Trisakti jalannya. Masyarakat adil makmur, gemah ripah loh jinawi, tata tentrem kerta raharja